Cerbung: Kalimat Sakral Terucap part VI

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Cerbung: Kalimat Sakral Terucap

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Dipagi yang cerah dan berbahagia ini admin akan mempublikasikan lanjtan cerbung Kalimat Sakral Terucap loh. Kalo yang sebelumnya baru part V nah sekarang admin publis yang part VI nya. Oh iya buat kamu, iya kamu, kamu yang belum baca part V nya silahkan Baca disini. Pasti penasaran kan dengan kelanjutannya. Oke langsung aja. Selamat membaca :)

Jangan lupa bismillah dulu.
--------------------
Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com


Kalimat Sakral Terucap part VI


Hari ke-7 bulan ramadhan bertepatan pada hari minggu.
Seperti biasanya, kajian dimulai pukul 9.30 di Mesjid Al-Furqon.

Sejak Pukul 9.00, Zia sudah berangkat dari rumah untuk menghadiri kajian rutin tersebut. 
Namun, sampai sekarang Zia masih menunggu angkutan umum. Bahkan sekitar 30 menit berlalu angkutan umum tidak nampak sama sekali.

Zia mulai risau karena khawatir kajiannya sudah dimulai. Zia tengok ke kanan tetap saja tidak ada angkutan umum yang datang, sementara pada jam tangannya sudah menunjukkan pukul 9.35. 

"Yaa Allah, sabarkan aku yaa Allah, semoga ada orang yang dikenal searah ke Mesjid Al-Furqon, Aaminnn" batin Zia berucap.

Zia terus berdzikir "hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wani'man nasyir", terus ia ulang-ulang untuk menenangkan hatinya yang sedang risau itu.

Mobil berwarna hitam berhenti di depan Zia. Zia hanya bisa mengernyitkan dahinya, ia mengira itu adalah orang yang ingin membeli sawo. 

Tidak lama kemudian kaca mobilnya terbuka, terlihat seorang laki-laki yang tersenyum dan melambaikan tangannya. Zia bingung karena tidak melihat secara jelas wajah laki-laki itu. 
Ketika Zia menghampiri mobil tersebut, "Kak Fahrul" spontan Zia memanggil namanya karena terkejut.

"Iya zi ini kakak, lagi ngapain di pinggir jalan, gak pergi ke kajian?" tanya Kak Fahrul beruntun.

"Lagi nunggu angkutan umum kak, dari tadi belum ada yang lewat" jelas Zia.

"Ohhhh, mau ke kajian kan?" tanyanya lagi.

"Iya kak mau, kakak mau kemana?" tanya balik Zia.

"Ya udah mending ngobrolnya dilanjut di mobil, gak enak dilihat orang" kata Kak Fahrul.

Zia terdiam memikirkan kata-katanya, "Kak Fahrul ngajak bareng aku apa gimana ya, takutnya geer kan malu" batin zia berucap.

"Zia heyyy ziaaa kenapa bengong heh" ucap Kak Fahrul berkali-kali sambil memencet klakson.

"Astagfirullah" kaget Zia.
"Kenapa kak? Zia nggak ngerti" ucapnya bingung.

"Hmmmm, ya udah yuk bareng ke kajiannya nanti telat loh" penjelasan Kak Fahrul.

"Iya kak iya" ucap Zia membuka pintu mobil Kak Fahrul.

Zia duduk di samping Kak Fahrul dengan canggung. Zia terus bergerak membenarkan posisi duduknya sampai Kak Fahrul menegur Zia dan membuat Zia malu.
"Santai aja zi jangan canggung gitu dong, toh kita duduk gak dempetan kayak di angkot, ngapain gerak-gerak coba" ucap Kak Fahrul sambil terkekeh.

"Nggak ini kak pokonya itu" gugup Zia.

Kekehan Fahrul terdengar di telinga Zia dan membuat Zia menunduk dan terdiam seribu bahasa.

Keadaan di dalam mobil hening tidak ada suara sama sekali, hanya suara deruan mesin mobil yang terdengar.
--------------------------
Alhamdulillah part VI sudah tamat. Bagaimana pendapat kamu tentang pasrt VI ini. Jangan lupa tulis di komentar ya. Dan bagikan ke teman di media sosial mu agar cerita ini bisa menginspirasi banyak orang. Jangan lupa untuk mampir lagi ya.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap part V

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Cerbung: Kalimat Sakral Terucap

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang di Serambicatatan.com, ada kabar baik buat kalian pembaca setia cerbung Kalimat Sakral Terucap. Karena kali ini admin akan mempublikasikan lanjutannya alis part V nya loh. Jadi buat kalian yang udah gak sabar langsung aja. Selamat membaca :)

Eittsss bentar buat kamu yang belum baca part IV silahkan klik disini.

--------------------
Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com

Kalimat Sakral Terucap part V


Setelah selesai shalat asar, aku bersiap untuk bertemu kak Fahrul sama Adit di kafe tempat biasa. Setelah sampai di kafe, kulihat ternyata kak Fahrul sudah sampai.

Aku langsung menghampiri kak Fahrul sambil mengucapkan salam.

"Assalamualaikum kak" ucapku sambil duduk di sebrang kak Fahrul.

"Wa'alaikumsalam" jawab kak Fahrul.

"Maaf kak nunggu lama" sesalku.

"Nggak kok baru 5 menit yang lalu" sambil lihat jam.

"Tinggal nunggu adit berarti kak, eh iya kok bisa jadi ikut gabung panitia sanlat?" tanyaku sebagai topik pembicaraan, daripada hanya diam nanti canggung kan gak enak, pikirku.

"Bosen aja nanti kalau di rumah" singkat kak Fahrul.

"Iya juga ya kak, tapi kemarin kakak bilang udah jadi panitia?" tanyaku penasaran.

"Ohhh itu, kata DKM nya gak jadi, alesannya juga gak dikasih tahu, daripada diem di rumah mending nyari kesibukan yang bermanfaat kan" penjelasan kak Fahrul.

"Eumm pantesan kak, pengen gabung juga kak" curhatku. Emang bner pengen gabung buat nambah pengalaman, pikirku.

Kak Fahrul tidak menanggapiku karena telah melihat Adit yang berjalan ke arah kami.

Bagi yang belum tahu sebenarnya kak Fahrul sama Adit sudah kenal kan sering ketemu di kajian.

Kalo aku kenal sama Adit karena teman sewaktu SMA, kalo kak Fahrul di sekolah kami terkenal.

Semua pengunjung kafe terus memperhatikan meja kami.

Siapa yang tak terpesona oleh kedua laki-laki yang berada di depanku ini.
Perawakan tinggi kulitnya putih dengan hidung yang bangir, bulu alis tebal, bibir kecil, tambahan buat kak Fahrul bola matanya coklat muda.

Banyak diantara mereka yang membicarakan kami dengan kata-kata seperti ini.
"Beruntung ya itu cewek bisa bareng sama cowok ganteng"
"Kok bisa ya tuh cewek kenal sama cowok ganteng"

Dan banyak lagi.

Tapi kami tidak menghiraukan omongan mereka.

"Assalamualaikum" ucap Adit duduk di pinggir kak Fahrul.

"Waalaikumsalam" ucapku dan kak Fahrul berbarengan.

"Gimana kabarnya kak, zi?" tanya Adit sebagai basa-basi menurutku.

"Alhamdulillah bi khoir" ucap kita bersamaan.
Aku pun bingung kenapa bisa bareng, karena malu aku menunduk.

"Masyaa Allah qodarullah jawabnya bersamaan, jangan jangan kalian jodoh" canda Adit.

"Apaan sih dit ngawur deh kamu" elak kak Fahrul.

"Iya kak adit ada-ada saja" timpalku mengibaskan tangan sambil terkekeh.

"Kalo jodohkan gak tahu hmm.. " diiringi tawa Adit.

Aku dan kak Fahrul hanya diam memperhatikan Adit.

"Oke jadi gini nanti ahad kan kajian, pulang dari kajian kita kumpul semua panitia untuk pengenalan" jelas Adit.

Kak Fahrul hanya menganggukkan kepala, tandanya mengerti.

Lama kelamaan membuatku bosan melihat dua pria ini diskusi tanpa melibatkanku,
"Padahal aku ada loh hey disini" batinku berkata.

Dan aku memutuskan untuk pamit pulang selain alasan itu aku melihat jam ternyata sudah menunjukan pukul 17.30 tandanya sebentar lagi waktunya buka puasa.
------------------------
Alhamdulillah udah selesai nih kita baca part V nya jangan lupa mampir lagi besok ya. Akan ada lanjutannya lagi loh. Oh iya jangan lupa untuk Komentar agar kedepannya bisa lebih baik lagi dan jangan lupa untuk membagikan postingan ini di sosial media kamu ya. Terimakasih mimin ucapkan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap part IV

Cerbung Kalimat Sakral Terucap
Cerbung Kalimat Sakral Terucap

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi bagi yang membacanya pagi hari. Admin ucapkan selamat datang di Serambicatatan.com, ada kabar baik nih buat kamu yang mengikuti jalan cerita dari Cerbung Kalimat Sakral Terucap. Kali ini admin membawa part IV nya nih jadi buat kalian yang belum baca part III nya silahkan klik disini. Nah buat kamu yang udah gak sabar baca kelanjutannya yuk simak sebagai berikut. Selamat membaca :)
--------------------
Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com

Kalimat Sakral Terucap part IV


Tanpa rasa malu sang raja hari dengan gagahnya memperlihatkan keindahan pagi hari.

Bulan yang selalu dirindukan
Tak terasa telah datang.
Umat muslim berbahagia dengan penuh harapan untuk menggapai ridha-Nya.

Semua menjalankan aktivitas dengan bersemangat dan penuh dengan kebahagiaan.
Hari pertama puasa semua orang terlihat bahagia untuk mengumpulkan pahala yang dilipatgandakan.

Zia pun tak ingin kalah, pagi ini dengan senang hati membantu gurunya untuk memperhatikan setoran hafalan anak SD.

Ada rasa bahagia karena dipercaya oleh guru sendiri dan sedihpun menyelimuti hatiku karna malu selalu menanti-nantikan menghafal al-Qur'an padahal aku tahu keutamaan menghafal.

Ternyata musuh yang paling nyata adalah melawan hawa nafsu dari godaan syaiton.

Setelah selesai memperhatikan, aku menghampiri guruku yang sedang membaca al-Qur'an.

Awalnya ragu karna takut mengganggu tapi kalau tidak bertanya penyakit penasaranku akan terus bersarang di pikiranku.

"Assalamualaikum ustadz"

"Waalaikumsalam zi" jawab ustadz.

"Itu udah ustadz" basa-basiku.

"Oh iya zi jazakillah khoir, insyaAllah jadi pahala jariyah aamiiin"

"Aamiiin, eh iya ustadz sekarang kan hari pertama, DTA udah mulai masuk?" tanyaku.

"Kayaknya belum zi, biasa kan anak-anak kalo hari pertama meliburkan diri" kekeh ustadz.

"Iya ya, ya udah ustadz makasih, berarti zia sekarang mau santai aja" candaku.

"Yehhhh jangan santai-santai di bulan penuh berkah ini, banyak baca al-Qur'an, hafalin lagi, amal shaleh tingkatkan" nasehat ustadz.

"Hehe iya ustadz, kalau gitu zia izin pulang udah jam 10 mau siap-siap" pamitku.

"Iya zi"

"Assalamualikum"

"Waalaikumsalam"

Aku pergi ke rumah dengan bayangan apa saja yang akan dilakukan hari ini.

Setelah selesai shalat dzuhur aku langsung mengambil mushaf tadarus terlebih dahulu, mulai menghafal dan murojaah namun 2 jam berlalu rasa bosan mulai datang.

Bingung harus melakukan apa lagi, buka hp gak ada yang menarik.

Tanpa kusadari aku memejamkan mata tapi suara notifikasi whatsapp terdengar.
Kubuka hp ternyata Mayang yang whatsapp

Mayang : "may tolong bilangin ke zia kakak mau jadi panitia sanlat.
Itu kata kak fahrul"
Zia : "alhamdulillah bisa juga tuh ka fahrul"
Mayang : "kenapa gak langsung WA kamu sih zi?"
Zia : "mungkin belum di save nomornya, bentar aku WA dulu kak fahrul sama adit dulu"
Mayang : "ribet amat si zi, yowiss cemungut ya zi"
Zia : "iya yang."

Akhir percakapanku dengan Mayang kala itu.
------------------
Wihhhh gak kerasa udah tamat nih part IV nya, besok jangan telat ya mampir lagi karena akan lanjutannya yang part V. Katanya ya akan ada sampai part 7 loh bahkan lebih. Do'akan saja semoga ini bisa menjadi cerbung yang panjang dan berkelanjutan. Admin sebagai publisher juga seneng kalau begitu. 

Akhir kata admin ucapkan terimakasih kepada para pembaca dan jangan bosan bosan untuk mampir lagi. Jangan lupa juga untuk Komentar untuk kebaikan dan Bagikan jika sekiranya teman kamu perlu tau akan hal ini. Terimakasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Cerpen: RinduKu yang Menggebu

Cerpen: RinduKu yang Menggebu

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang di Serambicatatan.com, bagaimana kabarnya hari ini? Kali ini admin akan mempublikasikan cerita pendek yang berjudul RinduKu yang Menggebu. Langsung aja buat para pembaca, selamat membaca. :)
----------------------
Author : R Ayi Hendrawan S
Publisher : Serambicatatan.com

Rinduku yang Menggebu

Merindukan diri mu memang tak bisa aku pungkiri. Ini kisahku hari ini.

Terbangun di pagi hari karena mendengar suara ayam kukuryuk. Terdengar sangat kencang di telinga ku ini. Beranjak dari tempat tidur langsung bersiap untuk sholat shubuh. Selesai sholat shubuh, hanya udara dingin yang bisa terasakan.

Beranjak dari atas sajadah aku langsung mengambil Hp dan membuka aplikasi WhatsApp. Berniat untuk memberi kabar kepada kekasih ku yang saat ini sedang berjauhan. Hmmm pikirku Rindu ini sudah tak bisa ku tampung. Ingin rasanya aku menemui dia.

Mendengar kondisinya yang kurang baik membuat hati ini semakin mengajak ku untuk menemuinya. Namun apa daya aku tak sanggup menemuinya, terkendala oleh biaya ongkos yang tak bisa ku bayangkan.

Rindu yang bertemu kesedihan semakin membuat pikiran ku kacau. Hati berkata pergi, tapi dompet berkata diam namun mulut mengobati dengan cara mendoakan. Hanya doa yang saat ini bisa aku berikan. Untuk kesembuhan dan senyumannya. Aku ingin ia sembuh.

Rindu yang semakin menggebu bertambah berat karena mendengar kabar bahwa tanggal pertemuan yang sudah disepakati tidak bisa dilaksanakan. Aku sadar karena dia harus istirahat dan melakukan pengobatan. Namun aku manusia biasa yang mampu meneteskan air mata.

Rasanya hari ini langkah ku lemas, pikir ku pendek dan semuanya hanya memikirkan dia seorang. Entahlah apakah ini yang dinamakan Cinta? Atau super Cinta. Tapi yang jelas Aku Sangat Menyayangi nya.

Berbicara soal rindu hari ini rasanya tak pernah habis aku merindu.

Rindu yang dirasakan ini sedikit demi sedikit hanya mampu terobati melalui komunikasi jarak jauh. Mungkin begini yang dirasakan para pelaku LDR lainnya. Uhhh rasanya, aku ingin bertemu dia.

Andai ada pintu kemana saja milik Doraemon, mungkin aku tak akan seperti ini, pikir ku. Ketika Ibu meminta pertolongan untuk belanja ke pasar menggunakan motor. Sekilas langsung terbayang bahwa dia ada dibelakang ku dan duduk di motor. Namun ketika aku menengok tenyata benar. Benar benar khayalan. Entah mengapa aku sangat merindu.

Saat ini hanya sebatas doaku yang bisa menggapaimu. Namun suatu saat nanti rindu dan raga ini yang akan datang menghampiri mu dan menemaniMu.
-----------------
Gak kerasa ya saking pendeknya udah selesai deh cerpen yang berjudul RinduKu yang Menggebu ini, oh iya jangan lupa untuk Like Share dan Subscribe ya. Cerita ini menggambarkan kondisi hati jadi kalo ada yang kurang baik langsung tulis di kolom komentar ya. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap part III

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang di SerambiCatatan.com, kali ini admin kembali dengan lanjutan Cerita Bersambung Kelimat Sakral Terucap. Buat kalian yang belum baca part II nya silahkan Klik disini. Nah buat kalian yang udah baca dan penasaran dengan kelanjutannya, yuk langsung aja di baca kelanjutan ceritanya berikut. Selamat membaca guys. :)
-------------------------
Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com

Kalimat Sakral Terucap part III

"Kalo aku sih pengennya kerja dulu baru kuliah tapi gak dikasih izin sama orang tua" curhat caca.

"Yaa mending langsung kuliah aja, kerja cape" nasehat mayang.

"Iyaa ca mending kuliah aja" saranku.

Waktu terus bergulir tidak terasa kumandang adzan dzuhur terdengar di telinga kami.

Kami menghentikan obrolan ini, kami memutuskan untuk shalat dzuhur dan meninggalkan kafe untuk pergi ke mesjid dekat kafe, kebetulan kafe ini tempatnya strategis selain berada di pinggir jalan alhamdulillah ke mesjid pun dekat.

Tak perlu waktu lama untuk sampai di mesjid, kami langsung pergi ke tempat wudhu wanita dengan ocehan kami yang banyak bicara.

Setelah shalat dzuhur aku ditinggal sendirian di mesjid karna kedua temanku sudah pergi pulang.

Rasanya tidak ingin pulang setelah mendengar kalam Allah mengalun indah dari shaf laki-laki.

"Masyaa Allah siapa ya suaranya merdu sekali"  batinku berucap.

"Astagfirullah, sudah ah pulang takutnya berpikir yang aneh-aneh" ujarku pelan sambil meninggalkan mesjid dan langsung pergi ke DTA.

Setelah selesai shalat asar aku memutuskan untuk segera pulang.

Dibalik pembatas antara dalam dan luar terdapat seorang gadis yang sedang menikmati senja.

Yang ditunggu namun datang hanya sebentar, tak apa ada kenikmatan melihat keindahan yang Allah ciptakan.

Adzan magrib berkumandang menandakan waktu shalat sudah dimulai.

Kujawab lantunan adzan dan langsung bergegas melaksanakan shalat magrib.

Kalam Allah terus kubacakan walaupun waktu yang sedikit aku harus meluangkan untuk membaca surat cinta dari Allah.

Setelah selesai shalat isya aku memutuskan untuk mengabari Adit perihal panitia sanlat.
Via whatsapp
"Assalamualaikum dit"

"Waalaikumsalam zi"

"Maaf dit ternyata a fahrul juga gak bisa dit :( "

"iya gpp zi"

"Maaf dit, jadi gak enak"

"Santai aja zi"

"Yaudah dit maaf ya, assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Kusimpan hp-nya di atas nakas, lalu duduk di pinggir ranjang.

Perasaan bersalah menghantuiku, rasa tidak enak kepada Adit terus berkeliling di otakku.

Daripada terus kepikiran aku memutuskan untuk tidur lebih awal dari biasanya.

Langit malam hitam pekat dihiasi bintang-bintang yang selalu solid menghiasi langit tanpa lelah.

Seolah saling pengertian awan pun mengalah demi bintang agar terus menghiasi langit.
-----------------------------
Alhamdulillah sudah selesai untuk part III nya. Bagaimana menurut kalian para pembaca setia blog ini. Jangan lupa untuk like share dan subscribe biar gak ketinggalan lanjutan cerita terbarunya. Terimakasih sudah membaca sampai akhir.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap part II

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang di SerambiCatatan.Com kali ini admin akan mempublikasikan lanjutan karya tulis cerita bersambung, buat para pembaca yang belum membaca part I nya silahkan klik disini. Oke langsung aja biar gak terlalu lama buat penasaran langsung aja. Selamat membaca :)
---------------------

Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com

Kalimat Sakral Terucap part II

Jam menunjukan pukul 2.30 a.m., menandakan waktunya untuk bermanja-manja dengan sang pencipta; mengadu, meminta pertolongan, bersandar, banyak cerita.

Mungkin itu menjadi cara agar aku terus mendekatkan diri kepada sang penguasa.

 Yaa rabb hamba ini penuh dengan dosa, jadi ampuni dosa hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa kedua orang tua hamba yaa rabb, mereka sudah begitu baik menyayangi hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa seluruh keluarga hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa guru guru hamba yaa rabb, mereka yang selalu memberi ilmu tanpa rasa bosan. Yaa rabb ampuni dosa sahabat hamba yaa rabb, mereka baik yaa rabb Yaa rabb ampuni dosa teman teman hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa yang telah dzalim kepada hamba yaa rabb. Semoga kami terus diberi hidayah, kesehatan, kesalamatan dan rezeki yang halal lagi berkah. Aamiiin yaa Allah yarobbal 'alamin

 Tak terasa setetes air meluncur dengan tenangnya membasahi pipiku, dan kusadari bahwa itu air mata yang selalu kutunggu ketika berdoa, karena ada sensasi tersendiri ketika berdoa lalu menangis kalo tidak nangis berarti ada sesuatu yang membuat hati jadi keras dan harus segera minta ampun.

 Setelah selesai doa aku mengambil mushaf diatas nakas, dan mulai mengaji lalu dibaca terjemahannya. Ketika masih ada waktu menuju adzan subuh aku luangkan waktu untuk murojaah hafalan walau sediklt. Setiap harinya aku terus menjalankan secara rutin agar terbiasa kecuali ketika datang bulan aku bangun lalu berdzikir.

 Tak terasa adzan subuh terlantun indah menandakan waktu subuh sudah tiba, kusudahi murojaah dan menjawab adzan.

 Pagi ini aku akan pergi bertemu dengan kedua sahabatku di kafe biasa yang sering kami kunjungi. Seperti biasanya pasti aku yang datang on time, emang kebiasaan sahabatku mengartikan WIB adalah Waktu InsyaAllah Berubah.

 Sambil menunggu aku memesan coklat panas pas sekali dengan udara yang sedang dingin, kuminum coklat panas sambil baca bismillah masyaAllah nikmat sekali, Alhamdulillah. 30 menit berlalu akhirnya yang aku tunggu datang juga.

 Tanpa merasa bersalah mereka langsung duduk dan meminum minuman yang ada di meja.
 "Ekheeemmm" "Kenapa zi, makasih loh ini udah dipesenin coklat panasnya" kata caca sambil terus minum.
 "Astagfirullah, kalian ini, pasti lupa" sindirku secara halus. 
 "Lupa apa zi?" tanya mayang.
 "Waalaikumslalam, kebiasaan deh kalian" ucapku terus terang.
 "Eh iya lupa assalamualaikum, diluar udaranya dingin zi ya kan yang?" alesan caca. "Iya ca" singkat mayang.
 "Gimana kalian ke depannya? kan kita udah lulus nih" kataku mulai serius.

 Emang niat kami ketemu untuk membahas nanti kami di masa depan akan seperti apa, tapi kalo mayang enak udah ada calon suami jadi dia mau langsung nikah.
 "Mayang mah udah tenang zi, bentar lagi baktinya ke suami, lah caca gimana coba bingung" kata caca.
 "Yeeeh ca, jadi kamu mau nikah juga?" godaku.
 "Nggaklah zi, calon aja belum nongol ke permukaan mana bisa nikah kalo gak ada calon prianya" ucap caca.

 Mayang hanya geleng-geleng melihat kami debat karena ini sudah menjadi kebiasaan kalo ketemu pasti debat.

 "Sudah sudah, jadi kalian mau kuliah apa kerja?" lerai mayang.
 "Kalo zia insyaAllah mau kuliah, tapi sebelum nunggu kuliah masih mau lanjutin ngajar di DTA" terangku.
--------------------
Bagaimana pendapat nya??, ini belum tamat loh. Biar gak ketinggalan jangan lupa buat Subscribe Serambicatatan.com via email dan nikmati pemberitahuan setiap kami melakukan pembaruan. Terimakasih atas segala support nya. Jangan lupa juga untuk membagikan ke sosial media kalian agar yang lain juga tau. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Cerbung: Kalimat Sakral Terucap

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di Serambicatatan.com. Alhamdulillah setelah sebelumnya berhasil mempublikasikan karya tulis Cerbung yang berjudul Keluarga Ku Tak Semurah Rupiah yang belum membaca bisa klik disini. Langsung saja pada kesempatan ini Admin akan mempublikasikan karya tulis cerbung ke dua yang berjudul Kalimat Sakral Terucap. Cerbung ini di tulis oleh seseorang berinisial NF. Selamat membaca...
------------------------
Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com

Kalimat Sakral Terucap

Pertama kali kita bertemu dalam keadaan tidak saling mengenal satu sama lain. Tak pernah terbayang sekalipun bahwa kita akan bertemu dan mulai menjalin pertemanan. Ini kisahku yang penuh dengan ujian dan berhasil mencapai puncak kebahagiaan.

Tanggal 25 sya'ban temanku Adit menawarkan untuk menjadi panitia pesantren kilat tingkat TK, SD, SMP. Via whatsapp

Adit : Assalamulaikum zia
Zia : Waalaikumsalam dit, kenapa?
Adit : Mau nanya yang kemarin ahad di kajian, gimana bisa?
Zia : Astagfirullah dit maaf lupa, hmm gimana ya, tadi nanya sama guru zia katanya DTA belum libur dit selama bulan ramadhan, tapi sanlat dimulainya kapan ya?
Adit : oh iya gpp zi kalo belum bisa, dari tanggal 8 ramadhan sampai 19 ramadhan, mulainya dari ba'da dzuhur sampe ba'da asar
Zia : Owalahhh itu mah sama kaya DTA dit, gini deh nanti zia bantu nyari temen buat jadi panitia sanlat gimana?
Adit : MasyaAllah zi syukron, nanti kabarin lagi ya.
Zia : Iya dit tenang, afwan.

Aku mulai berpikir siapa ya yang mau jadi panitia sanlat dan aktif di kajian rutin setiap ahad.

Hanya satu nama yang terlintas di kepalaku, dia ikhwan yang kemarin bertanya di kajian dan dia teman dari sahabatku.

Kenapa aku tahu dia teman dari sahabatku? 

Jawabannya karna sahabatku sering menceritakan dia tentang hijrah dan katanya selalu ikut kajian ahad rutin. Aku langsung kontak sahabatku Via whatsapp

Zia ; Assalamualaikum yang
Mayang : Waalaikumsalam cuy
Zia : Gini yang, kan zia ditawarin jadi panitia sanlat tapi zia gak bisa
Mayang : Sanlat dimana zi?
Zia : Di mesjid agung tempat kajian rutin 
Mayang : ohhhh iya iya, kenapa emang?
Zia : Kan zia gak bisa, zia udah bilang ke adit buat nyariin panitia yang bisa, kira kira temenmu yang itu bisa gak yaa?
Mayang : eumm maksudnya fahrul?
Zia : Iya yang, boleh gak minta tolong buat ajakin dia jadi panitia sanlat?
Mayang : eumm kamu aja deh yang bilangnya nih kontaknya Fahrul
Pesan | Tambah kontak
 Zia : Ya udah makasih ya yang, assalamualaikum
Mayang : Waalaikumsalam

Tanpa menunggu waktu lama aku langsung chat dia

Zia : Assalamualaikum
Fahrul : Waalaikumslam, ini zia ya? Tadi mayang sudah cerita
Zia : Iya kak ini zia, maaf ganggu waktunya. Jadi gini, zia diajak adit jadi panitia sanlat tapi zia gak bisa soalnya DTA belum libur. Zia bilang ke adit mau bantu cari panitia sanlat, kira kira kakak bisa gak jadi panitia sanlat?
Fahrul : Gimana ya zi, sebenernya kakak juga udah jadi panitia di mesjid deket rumah kakak
Zia : Owalah ya udah kak gpp, maaf udah ganggu
Fahrul : Gpp santai aja zi, kalo boleh tau mulainya kapan ?
Zia : Dari tanggal 8 ramadhan sampai 19 ramadhan
Fahrul : Oh iya iya, nanti deh dikabarin lagi 

Aku hanya bisa menghela nafas karena ternyata fahrul gak bisa juga. "Gimana ya aduhhh gak enak nih sama adit" ujarku dalam hati. Tapi mau tidak mau aku harus ngasih tau adit tapi tidak sekarang mungkin besok, ya iya lah sekarang sudah waktunya untuk beristirahat besok mungkin aku kasih tau adit.
-------------------------
Chapter satu Alhamdulillah sudah selesai, bagaimana pendapatmu? jangan lupa berikan keritik dan masukkan ke di kolom komentar ya. Jika menurut kamu Cerbung ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman terdekat mu. Jangan sampai ketinggalan lanjutan cerbungnya, dengan cara subscribe kami melalui email. Terimakasih sampai jumpa di lanjutannya ya.

Cerpen: Rencana-Nya yang Tersirat

Rencana-Nya yang Tersirat
Rencana-Nya yang Tersirat
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang kembali di SerambiCatatan.Com tempat untuk para pembaca. Kali ini admin datang tidak dengan karya tulis admin sendiri. Tapi ini adalah cerpen kiriman dari seseorang yang tidak mau disebutkan namanya wkwkw. Sebelumnya admin sudah meng-upload karya tulis cerpen terbaru yang berjudul Lima Ratus Untuk Mie Ayam.

Biar gak terlalu lama penasarannya langsung aja di baca ya Cerpennya.
----------------------------

Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : R Ayi Hendrawan S

Rencana-Nya yang Tersirat

Masa putih abu merupakan hal yang paling menyenangkan karena banyak pengalaman baru, teman baru,sahabat baru, bahkan pacarpun baru. Masa remaja masa pencarian jati diri yang sebenarnya, terbawa arus lingkungan sudah biasa terjadi bagaimana cara memilah yang baik dan benar namun tak sedikit yang salah memilih jalan.
Namaku Ghatziya Mufida biasa dipanggil Zia, perjalanan hidupku sungguh membuat sport jantung, teman terdekatpun hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkahku yang berubah ubah.

Sebelum masa putih abu, tepatnya kelulusan SMP, dimana para murid memilih melanjutkan kejenjang SMA/SMK. Pada saat itu aku sendiri ingin masuk pesantren, namun kelurgaku tidak mengijinkan dengan alasan jauh, darisana aku sendiri tidak tau harus dilanjut kemana,tapi kakaku sudah mendaftarkanku ke sma, akupun tidak tau hanya pas pengenalan sma atau orientasi aku disuruh ke SMA 1 Negeri Jalancagak, aku hanya bisa menjalani alur sang pencipta, saya orang yang pendiam gak banyak ngomong, temanpun bisa dihitung jari, rajin puasa, pinter agama, ngajipun di acungi jempol oleh guru paiku.

Namun sejak kelas 11 sma mulai berubah karena berteman dengan orang yang menyukai artis korea, saya mulai aktif disekolah, banyak ngomong atau bawel, joget joget korea, puasapun sampe ditinggalkan, itu berpengaruh ke lingkungan rumah, saya mengenalkan korea ke temen yang dirumah dan mereka menerima dengan senang hati, hari demi hari kami mengikuti tren korea dengam tidak memakai kerudung, pake celana pendek, dance cover, dan mengikuti roleplayer,

Roleplayer atau rp merupakan dunia maya yang memerenkan artis korea favoritnya sampai mempunyai couple, dan aku mempunyai couple tentunya, dari mulai dunia maya pake garis miring(seakan akan dunia nyata dan melakukan kegiatan sehari hari), dan sampe ketingkat baper didunia nyata, dari saling perhatian pengertian sampe ke jadian menjadi sepasang kekasih.
Hari demi hari terlewati, pacarku ini sangat romantis yang selalu bikin melayang ke udara, oh iya dia namanya fadil asli orang aceh, kami selalu bertukar cerita, vidcall, telpnan.
Namun ternyata kakanya fadil mengetahui bahwa dia mempunyai pacar dan pastinya menentang pacaran.

Kakaknya langsung japri aku dan bilang bahwa fadil akan dijodohkan.

Duniaku seakan runtuh merasakan sakit hati yang hebat namun fadil menenangkan ku dengan ngajak berubah menjadi lebih baik sama sama. Kami ngaji bareng dan itu hal yg paling aku sukai, namun saat waktunya tiba kakaknya terus menerorku dengan perkataan jangan berharap bisa dapatkan fadil karna fadil akan dijodohkan.

Aku hanya bisa terdiam dan tidak bisa mengelaknya karna aku menghargai kakaknya.
3 hari kami lost contact, aku bertekad untuk benar benar kembali ke Allah, menjalankan perintahnya dan meninggalkan larangannya, aku giat mencari ilmu dan ngaji kembali, soal fadil aku pasrahkan ke sang pemilik hati.

Setelah 3 hari fadil mengabarkan bahwa dia akan bersikeras menolak perjodohan dan akan fokus kuliah untuk masa depan bersamaku dia meminta aku menunggunya selama 5 tahun, dalam hati tentunya senang ternyata fadil memilihku, namun aku mengatakan ke fadil,"terimakasih telah memilihku tapi untuk masalah menunggu antara iya dan tidak, alasannya aku tidak mau berharap lebih ke manusia akan kupasrahkan ke sang pencipta, percayalah kalo jodoh kita akan dipertemukan kembali"

Fadil "Tunggulah aku, teruslah menjadi lebih baik, maaf mungkin ini yg terakhir insyaAllah 5 tahun kedepan akan kukabari"
Aku hanya bisa terdiam bingung dan membalas membalas "terimakasih kepada kakakmu yang menjadi perantara buat kita menjadi lebih baik, sampaikan salamku semoga kakakmu diberi kesehatan,aamiiin"

Sehari kemudian dia hapus akun WA dan kami benar benar lost contact,, sampai saat ini aku hanya ingin menggapai ridho Allah, namun akan ku ingat cerita ini sampai kapanpun karna menjadi titik balik menjdi ke yg lebih baik lagi.
---------------------------
Bagaimana pendapatnya para pembaca setia Serambicatatan? Terimakasih ya sudah mampir di blog saya. Jangan lupa untuk di Share jika merasa Cerpen ini berguna dan Berkomentar di kolom Komentar di bawah postingan ini. Cukup sekian dulu postingan kali ini sampai jumpa di postingan selanjutnya. Buat kamu yang pengen karya tulisnya di publikasikan di Website kami, baca cara berikut Tips dan Cara Mempublikasikan Karya Penulis Muda. Website ini menunggu karya terbaik Mu.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cerpen: Lima Ratus untuk Mie Ayam

Cerpen: Lima Ratus untuk Mie Ayam
Cerpen: Lima Ratus untuk Mie Ayam

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera untuk kita semua, Taqabballahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamakum. Kullu’aam wa antum bikhair Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon maaf lahir dan bathin untuk semua pembaca setia Serambicatatan.com. Pada kesempatan yang berbahagia dalam kondisi yang Fitri di Hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 M. Semoga kita mampu mempertahankan amalan kebaikan yang sudah kita laksanakan di bulan Ramadhan yang lalu.

Pada postingan sebelumnya Admin telah mempublikasikan cerpen yang berjudul Jagalah Dia 'Cahaya Kebaikan'. Buat para pembaca yang belum membaca postingan sebelumnya silahkan di baca bagi yang penasaran.
Postingan kali ini bercerita tentang kebesaran Allah yang saya rasakan dan tak pernah saya lupakan. Selamat membaca semoga bermanfaat. Allahuakbar.
---------------------------
Author : R Ayi Hendrawan Supriadi

Lima Ratus untuk Mie Ayam


Bangun pagi sudah menjadi keharusan yang hakiki. Terbangun ketika adazan shubuh dan segera bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat shubuh di mes sekolah. Selesai sholat subuh aku bergegas untuk mandi karena yang namanya hidup di lingkungan mes telat sedikit saja pasti akan kesiangan masuk ke sekolah, apalagi sekolah ku sekolah super (Apel jam 6.15). Bergegas aku untuk mandi. Semangat pagi kala itu selalu menemani setiap langkah dalam menjalani pendidikan disana.

Berniat membeli sebungkus nasi untuk sarapan, ternyata uang di dompet hanya sisa Rp500. "Hmmm tak apa,"pikir ku masih pagi dan belum juga terasa lapar. Semangat yang menuntun langkahku ke lapangan apel pagi. Mendengarkan amanat pembina yang selalu memberikan motivasi terbaik dengan sejuta pengalaman yang sudah beliau dapatkan ketika menjadi abdi negara dahulu. Rasanya tak sarapan pun membuat ku tetap bersemangat. Pembelajaran yang diberikan oleh guru hari itu berjalan lancar.

Tepat pukul 11.00 aku baru tersadar bahwa hari ini adalah Jum'at dan ada kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu menunaikan shalat Jum'at. Dari ruang kelas aku segera ke Mes tempat tinggal untuk mandi sebelum berangkat ke masjid. Secepatnya menggunakan seragam sekolah kembali untuk sholat di masjid yang ada di sekolah.

Suasana yang sejuk dan rasa lelah di badan membuatku mengantuk (Sesekali tertidur) selagi imam membaca khotbah. Hingga akhirnya aku terkejud karena ada yang menabrak kaki ku yang terlipat. Ya itu adalah kotak amal. Dengan muka kaget aku memeriksa semua saku ku, berharap ada uang untuk aku masukkan. Disaku celanaku ada yang terasa keras dan setelah ku ambil ternyata itu adalah uang 500 yang aku punya. Hatiku berucap "Uang Rp500 sekarang ini buat beli makananpun tak bisa membuat kenyang, lebih baik aku isikan saja ke kotak amal". Akhirnya uang Lima ratus tadi aku masukkan. Imampun selesai membacakan khotbahnya lalu berdoa dan sholat Jumat berjamaah.

Semakin siang rasanya perutku mengadakan kontes musik, berdebug-debug suaranya. Sepulang sholat Jum'at aku mampir ke Lab Biologi untuk sekedar menyapa wali kelasku kala itu. Aku memang sudah biasa mampir kesana, jadi gurupun sudah tak heran. Tak lama, datang salah satu teman guruku. Beliau juga mengajar di sekolah ku. Namun tidak di kelasku. Teman guruku tadi meminta bantuan, untuk membelikan Mie Ayam di depan sekolah. Lalu beliau menawarkan, apakah aku mau atau tidak. Aku hanya tersenyum dan menjawab "Tidak usah Bu, terimakasih saya masih kenyang." Lalu Ibu itu meminta ku membelikan Mie Ayam tiga porsi. Jika ku hitung guru di Lab tersebut hanya ada 2 orang lalu kenapa Ibu itu memesan 3??. Aku beranjak dari Lab untuk membelikan Mie Ayam pesenan tadi. Sampainya aku di Lab, Ibu tersebut hanya mengambil 2 porsi saja, seraya berkata "Ini untukmu, makasih ya udah bantu Ibu. Jangan ditolak ini rezekimu.". "Terimakasih banyak Bu, kalau begitu Ayi pamit ke mes dulu ya Bu. Sekalian mau makan mie ayam ini dengan teman satu mes saya".

Alhamdulillah akhirnya ada makanan yang masuk ke perut ini. Sampainya di mes aku mengajak teman ku yang sama sepertiku untuk memakan mie ayam yang dibelikan oleh guru tadi. Akhirnya perut ini tidak lagi kosong dan semoga mie ayam tadi menjadi berkah. Sejak hari itu pemikiran ku terhadap Allah menjadi semakin bertambah. Aku yakin Allah tidak pernah tidur. Aku yakin Allah akan membantu makhluk-Nya pada saat yang tepat. Allah tidak akan meninggalkan makhluk-Nya yang sedang kesusahan. Semakin yakin bahwa Rezeki itu sudah ada yang mengatur hanya tinggal kita nya saja yang harus mau berikhtiar menjemput rezeki-Nya.
-------------------------

Terimakasih sudah membaca hingga tamat. Melalui cerita diatas saya berharap bisa membagikan pengalaman saya yang sangat menarik dan bermakna. Bahwa berserah diri kepada Allah Subhana wa taala ketika kita sudah melaksanakan semampu kita, itu adalah pilihan yang tepat. Allah maha mengetahui apa yang hambaNya butuhkan. Tugas kita hanya beribadah kepada-Nya dan beramal baik untuk sesama. Akhir kata saya ucapkam kembali Terimakasih. Jika menurut pembaca ini bermanfaat maka jangan lupa untu KOMENTAR dan BAGIKAN.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh