Cerpen: Rencana-Nya yang Tersirat

Rencana-Nya yang Tersirat
Rencana-Nya yang Tersirat
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang kembali di SerambiCatatan.Com tempat untuk para pembaca. Kali ini admin datang tidak dengan karya tulis admin sendiri. Tapi ini adalah cerpen kiriman dari seseorang yang tidak mau disebutkan namanya wkwkw. Sebelumnya admin sudah meng-upload karya tulis cerpen terbaru yang berjudul Lima Ratus Untuk Mie Ayam.

Biar gak terlalu lama penasarannya langsung aja di baca ya Cerpennya.
----------------------------

Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : R Ayi Hendrawan S

Rencana-Nya yang Tersirat

Masa putih abu merupakan hal yang paling menyenangkan karena banyak pengalaman baru, teman baru,sahabat baru, bahkan pacarpun baru. Masa remaja masa pencarian jati diri yang sebenarnya, terbawa arus lingkungan sudah biasa terjadi bagaimana cara memilah yang baik dan benar namun tak sedikit yang salah memilih jalan.
Namaku Ghatziya Mufida biasa dipanggil Zia, perjalanan hidupku sungguh membuat sport jantung, teman terdekatpun hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkahku yang berubah ubah.

Sebelum masa putih abu, tepatnya kelulusan SMP, dimana para murid memilih melanjutkan kejenjang SMA/SMK. Pada saat itu aku sendiri ingin masuk pesantren, namun kelurgaku tidak mengijinkan dengan alasan jauh, darisana aku sendiri tidak tau harus dilanjut kemana,tapi kakaku sudah mendaftarkanku ke sma, akupun tidak tau hanya pas pengenalan sma atau orientasi aku disuruh ke SMA 1 Negeri Jalancagak, aku hanya bisa menjalani alur sang pencipta, saya orang yang pendiam gak banyak ngomong, temanpun bisa dihitung jari, rajin puasa, pinter agama, ngajipun di acungi jempol oleh guru paiku.

Namun sejak kelas 11 sma mulai berubah karena berteman dengan orang yang menyukai artis korea, saya mulai aktif disekolah, banyak ngomong atau bawel, joget joget korea, puasapun sampe ditinggalkan, itu berpengaruh ke lingkungan rumah, saya mengenalkan korea ke temen yang dirumah dan mereka menerima dengan senang hati, hari demi hari kami mengikuti tren korea dengam tidak memakai kerudung, pake celana pendek, dance cover, dan mengikuti roleplayer,

Roleplayer atau rp merupakan dunia maya yang memerenkan artis korea favoritnya sampai mempunyai couple, dan aku mempunyai couple tentunya, dari mulai dunia maya pake garis miring(seakan akan dunia nyata dan melakukan kegiatan sehari hari), dan sampe ketingkat baper didunia nyata, dari saling perhatian pengertian sampe ke jadian menjadi sepasang kekasih.
Hari demi hari terlewati, pacarku ini sangat romantis yang selalu bikin melayang ke udara, oh iya dia namanya fadil asli orang aceh, kami selalu bertukar cerita, vidcall, telpnan.
Namun ternyata kakanya fadil mengetahui bahwa dia mempunyai pacar dan pastinya menentang pacaran.

Kakaknya langsung japri aku dan bilang bahwa fadil akan dijodohkan.

Duniaku seakan runtuh merasakan sakit hati yang hebat namun fadil menenangkan ku dengan ngajak berubah menjadi lebih baik sama sama. Kami ngaji bareng dan itu hal yg paling aku sukai, namun saat waktunya tiba kakaknya terus menerorku dengan perkataan jangan berharap bisa dapatkan fadil karna fadil akan dijodohkan.

Aku hanya bisa terdiam dan tidak bisa mengelaknya karna aku menghargai kakaknya.
3 hari kami lost contact, aku bertekad untuk benar benar kembali ke Allah, menjalankan perintahnya dan meninggalkan larangannya, aku giat mencari ilmu dan ngaji kembali, soal fadil aku pasrahkan ke sang pemilik hati.

Setelah 3 hari fadil mengabarkan bahwa dia akan bersikeras menolak perjodohan dan akan fokus kuliah untuk masa depan bersamaku dia meminta aku menunggunya selama 5 tahun, dalam hati tentunya senang ternyata fadil memilihku, namun aku mengatakan ke fadil,"terimakasih telah memilihku tapi untuk masalah menunggu antara iya dan tidak, alasannya aku tidak mau berharap lebih ke manusia akan kupasrahkan ke sang pencipta, percayalah kalo jodoh kita akan dipertemukan kembali"

Fadil "Tunggulah aku, teruslah menjadi lebih baik, maaf mungkin ini yg terakhir insyaAllah 5 tahun kedepan akan kukabari"
Aku hanya bisa terdiam bingung dan membalas membalas "terimakasih kepada kakakmu yang menjadi perantara buat kita menjadi lebih baik, sampaikan salamku semoga kakakmu diberi kesehatan,aamiiin"

Sehari kemudian dia hapus akun WA dan kami benar benar lost contact,, sampai saat ini aku hanya ingin menggapai ridho Allah, namun akan ku ingat cerita ini sampai kapanpun karna menjadi titik balik menjdi ke yg lebih baik lagi.
---------------------------
Bagaimana pendapatnya para pembaca setia Serambicatatan? Terimakasih ya sudah mampir di blog saya. Jangan lupa untuk di Share jika merasa Cerpen ini berguna dan Berkomentar di kolom Komentar di bawah postingan ini. Cukup sekian dulu postingan kali ini sampai jumpa di postingan selanjutnya. Buat kamu yang pengen karya tulisnya di publikasikan di Website kami, baca cara berikut Tips dan Cara Mempublikasikan Karya Penulis Muda. Website ini menunggu karya terbaik Mu.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Share:

Cerpen: Lima Ratus untuk Mie Ayam

Cerpen: Lima Ratus untuk Mie Ayam
Cerpen: Lima Ratus untuk Mie Ayam

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera untuk kita semua, Taqabballahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamakum. Kullu’aam wa antum bikhair Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon maaf lahir dan bathin untuk semua pembaca setia Serambicatatan.com. Pada kesempatan yang berbahagia dalam kondisi yang Fitri di Hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 M. Semoga kita mampu mempertahankan amalan kebaikan yang sudah kita laksanakan di bulan Ramadhan yang lalu.

Pada postingan sebelumnya Admin telah mempublikasikan cerpen yang berjudul Jagalah Dia 'Cahaya Kebaikan'. Buat para pembaca yang belum membaca postingan sebelumnya silahkan di baca bagi yang penasaran.
Postingan kali ini bercerita tentang kebesaran Allah yang saya rasakan dan tak pernah saya lupakan. Selamat membaca semoga bermanfaat. Allahuakbar.
---------------------------
Author : R Ayi Hendrawan Supriadi

Lima Ratus untuk Mie Ayam


Bangun pagi sudah menjadi keharusan yang hakiki. Terbangun ketika adazan shubuh dan segera bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat shubuh di mes sekolah. Selesai sholat subuh aku bergegas untuk mandi karena yang namanya hidup di lingkungan mes telat sedikit saja pasti akan kesiangan masuk ke sekolah, apalagi sekolah ku sekolah super (Apel jam 6.15). Bergegas aku untuk mandi. Semangat pagi kala itu selalu menemani setiap langkah dalam menjalani pendidikan disana.

Berniat membeli sebungkus nasi untuk sarapan, ternyata uang di dompet hanya sisa Rp500. "Hmmm tak apa,"pikir ku masih pagi dan belum juga terasa lapar. Semangat yang menuntun langkahku ke lapangan apel pagi. Mendengarkan amanat pembina yang selalu memberikan motivasi terbaik dengan sejuta pengalaman yang sudah beliau dapatkan ketika menjadi abdi negara dahulu. Rasanya tak sarapan pun membuat ku tetap bersemangat. Pembelajaran yang diberikan oleh guru hari itu berjalan lancar.

Tepat pukul 11.00 aku baru tersadar bahwa hari ini adalah Jum'at dan ada kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu menunaikan shalat Jum'at. Dari ruang kelas aku segera ke Mes tempat tinggal untuk mandi sebelum berangkat ke masjid. Secepatnya menggunakan seragam sekolah kembali untuk sholat di masjid yang ada di sekolah.

Suasana yang sejuk dan rasa lelah di badan membuatku mengantuk (Sesekali tertidur) selagi imam membaca khotbah. Hingga akhirnya aku terkejud karena ada yang menabrak kaki ku yang terlipat. Ya itu adalah kotak amal. Dengan muka kaget aku memeriksa semua saku ku, berharap ada uang untuk aku masukkan. Disaku celanaku ada yang terasa keras dan setelah ku ambil ternyata itu adalah uang 500 yang aku punya. Hatiku berucap "Uang Rp500 sekarang ini buat beli makananpun tak bisa membuat kenyang, lebih baik aku isikan saja ke kotak amal". Akhirnya uang Lima ratus tadi aku masukkan. Imampun selesai membacakan khotbahnya lalu berdoa dan sholat Jumat berjamaah.

Semakin siang rasanya perutku mengadakan kontes musik, berdebug-debug suaranya. Sepulang sholat Jum'at aku mampir ke Lab Biologi untuk sekedar menyapa wali kelasku kala itu. Aku memang sudah biasa mampir kesana, jadi gurupun sudah tak heran. Tak lama, datang salah satu teman guruku. Beliau juga mengajar di sekolah ku. Namun tidak di kelasku. Teman guruku tadi meminta bantuan, untuk membelikan Mie Ayam di depan sekolah. Lalu beliau menawarkan, apakah aku mau atau tidak. Aku hanya tersenyum dan menjawab "Tidak usah Bu, terimakasih saya masih kenyang." Lalu Ibu itu meminta ku membelikan Mie Ayam tiga porsi. Jika ku hitung guru di Lab tersebut hanya ada 2 orang lalu kenapa Ibu itu memesan 3??. Aku beranjak dari Lab untuk membelikan Mie Ayam pesenan tadi. Sampainya aku di Lab, Ibu tersebut hanya mengambil 2 porsi saja, seraya berkata "Ini untukmu, makasih ya udah bantu Ibu. Jangan ditolak ini rezekimu.". "Terimakasih banyak Bu, kalau begitu Ayi pamit ke mes dulu ya Bu. Sekalian mau makan mie ayam ini dengan teman satu mes saya".

Alhamdulillah akhirnya ada makanan yang masuk ke perut ini. Sampainya di mes aku mengajak teman ku yang sama sepertiku untuk memakan mie ayam yang dibelikan oleh guru tadi. Akhirnya perut ini tidak lagi kosong dan semoga mie ayam tadi menjadi berkah. Sejak hari itu pemikiran ku terhadap Allah menjadi semakin bertambah. Aku yakin Allah tidak pernah tidur. Aku yakin Allah akan membantu makhluk-Nya pada saat yang tepat. Allah tidak akan meninggalkan makhluk-Nya yang sedang kesusahan. Semakin yakin bahwa Rezeki itu sudah ada yang mengatur hanya tinggal kita nya saja yang harus mau berikhtiar menjemput rezeki-Nya.
-------------------------

Terimakasih sudah membaca hingga tamat. Melalui cerita diatas saya berharap bisa membagikan pengalaman saya yang sangat menarik dan bermakna. Bahwa berserah diri kepada Allah Subhana wa taala ketika kita sudah melaksanakan semampu kita, itu adalah pilihan yang tepat. Allah maha mengetahui apa yang hambaNya butuhkan. Tugas kita hanya beribadah kepada-Nya dan beramal baik untuk sesama. Akhir kata saya ucapkam kembali Terimakasih. Jika menurut pembaca ini bermanfaat maka jangan lupa untu KOMENTAR dan BAGIKAN.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Share:

SUBSCRIBE BY EMAIL

Kategori

Labels

Recent Posts

Thanks To:

اَللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, Kedua Orang Tua, Sahabat, Pembuat Konten, Blogger, Goggle.Co.ID, Google Adsense.

Tentang Konten

Semua konten di Blog ini memiliki Hak Cipta dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk membantu Blog ini agar lebih baik lagi Click For Donasi. Mohon hubungi Admin bila ada penyimpangan, penyalahgunaan, atau pelanggaran dalam konten Blog ini. Terima kasih telah berkunjung.