Cerbung: Kalimat Sakral Terucap part II

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang di SerambiCatatan.Com kali ini admin akan mempublikasikan lanjutan karya tulis cerita bersambung, buat para pembaca yang belum membaca part I nya silahkan klik disini. Oke langsung aja biar gak terlalu lama buat penasaran langsung aja. Selamat membaca :)
---------------------

Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com

Kalimat Sakral Terucap part II

Jam menunjukan pukul 2.30 a.m., menandakan waktunya untuk bermanja-manja dengan sang pencipta; mengadu, meminta pertolongan, bersandar, banyak cerita.

Mungkin itu menjadi cara agar aku terus mendekatkan diri kepada sang penguasa.

 Yaa rabb hamba ini penuh dengan dosa, jadi ampuni dosa hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa kedua orang tua hamba yaa rabb, mereka sudah begitu baik menyayangi hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa seluruh keluarga hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa guru guru hamba yaa rabb, mereka yang selalu memberi ilmu tanpa rasa bosan. Yaa rabb ampuni dosa sahabat hamba yaa rabb, mereka baik yaa rabb Yaa rabb ampuni dosa teman teman hamba yaa rabb. Yaa rabb ampuni dosa yang telah dzalim kepada hamba yaa rabb. Semoga kami terus diberi hidayah, kesehatan, kesalamatan dan rezeki yang halal lagi berkah. Aamiiin yaa Allah yarobbal 'alamin

 Tak terasa setetes air meluncur dengan tenangnya membasahi pipiku, dan kusadari bahwa itu air mata yang selalu kutunggu ketika berdoa, karena ada sensasi tersendiri ketika berdoa lalu menangis kalo tidak nangis berarti ada sesuatu yang membuat hati jadi keras dan harus segera minta ampun.

 Setelah selesai doa aku mengambil mushaf diatas nakas, dan mulai mengaji lalu dibaca terjemahannya. Ketika masih ada waktu menuju adzan subuh aku luangkan waktu untuk murojaah hafalan walau sediklt. Setiap harinya aku terus menjalankan secara rutin agar terbiasa kecuali ketika datang bulan aku bangun lalu berdzikir.

 Tak terasa adzan subuh terlantun indah menandakan waktu subuh sudah tiba, kusudahi murojaah dan menjawab adzan.

 Pagi ini aku akan pergi bertemu dengan kedua sahabatku di kafe biasa yang sering kami kunjungi. Seperti biasanya pasti aku yang datang on time, emang kebiasaan sahabatku mengartikan WIB adalah Waktu InsyaAllah Berubah.

 Sambil menunggu aku memesan coklat panas pas sekali dengan udara yang sedang dingin, kuminum coklat panas sambil baca bismillah masyaAllah nikmat sekali, Alhamdulillah. 30 menit berlalu akhirnya yang aku tunggu datang juga.

 Tanpa merasa bersalah mereka langsung duduk dan meminum minuman yang ada di meja.
 "Ekheeemmm" "Kenapa zi, makasih loh ini udah dipesenin coklat panasnya" kata caca sambil terus minum.
 "Astagfirullah, kalian ini, pasti lupa" sindirku secara halus. 
 "Lupa apa zi?" tanya mayang.
 "Waalaikumslalam, kebiasaan deh kalian" ucapku terus terang.
 "Eh iya lupa assalamualaikum, diluar udaranya dingin zi ya kan yang?" alesan caca. "Iya ca" singkat mayang.
 "Gimana kalian ke depannya? kan kita udah lulus nih" kataku mulai serius.

 Emang niat kami ketemu untuk membahas nanti kami di masa depan akan seperti apa, tapi kalo mayang enak udah ada calon suami jadi dia mau langsung nikah.
 "Mayang mah udah tenang zi, bentar lagi baktinya ke suami, lah caca gimana coba bingung" kata caca.
 "Yeeeh ca, jadi kamu mau nikah juga?" godaku.
 "Nggaklah zi, calon aja belum nongol ke permukaan mana bisa nikah kalo gak ada calon prianya" ucap caca.

 Mayang hanya geleng-geleng melihat kami debat karena ini sudah menjadi kebiasaan kalo ketemu pasti debat.

 "Sudah sudah, jadi kalian mau kuliah apa kerja?" lerai mayang.
 "Kalo zia insyaAllah mau kuliah, tapi sebelum nunggu kuliah masih mau lanjutin ngajar di DTA" terangku.
--------------------
Bagaimana pendapat nya??, ini belum tamat loh. Biar gak ketinggalan jangan lupa buat Subscribe Serambicatatan.com via email dan nikmati pemberitahuan setiap kami melakukan pembaruan. Terimakasih atas segala support nya. Jangan lupa juga untuk membagikan ke sosial media kalian agar yang lain juga tau. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "Cerbung: Kalimat Sakral Terucap part II"

Tetaplah Berkomentar dengan Baik.