Cerbung: Kalimat Sakral Terucap

Cerbung: Kalimat Sakral Terucap
Cerbung: Kalimat Sakral Terucap

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di Serambicatatan.com. Alhamdulillah setelah sebelumnya berhasil mempublikasikan karya tulis Cerbung yang berjudul Keluarga Ku Tak Semurah Rupiah yang belum membaca bisa klik disini. Langsung saja pada kesempatan ini Admin akan mempublikasikan karya tulis cerbung ke dua yang berjudul Kalimat Sakral Terucap. Cerbung ini di tulis oleh seseorang berinisial NF. Selamat membaca...
------------------------
Author : NF (Inisial Penulis)
Editor : HF (Inisial Editor)
Publisher : Serambicatatan.com

Kalimat Sakral Terucap

Pertama kali kita bertemu dalam keadaan tidak saling mengenal satu sama lain. Tak pernah terbayang sekalipun bahwa kita akan bertemu dan mulai menjalin pertemanan. Ini kisahku yang penuh dengan ujian dan berhasil mencapai puncak kebahagiaan.

Tanggal 25 sya'ban temanku Adit menawarkan untuk menjadi panitia pesantren kilat tingkat TK, SD, SMP. Via whatsapp

Adit : Assalamulaikum zia
Zia : Waalaikumsalam dit, kenapa?
Adit : Mau nanya yang kemarin ahad di kajian, gimana bisa?
Zia : Astagfirullah dit maaf lupa, hmm gimana ya, tadi nanya sama guru zia katanya DTA belum libur dit selama bulan ramadhan, tapi sanlat dimulainya kapan ya?
Adit : oh iya gpp zi kalo belum bisa, dari tanggal 8 ramadhan sampai 19 ramadhan, mulainya dari ba'da dzuhur sampe ba'da asar
Zia : Owalahhh itu mah sama kaya DTA dit, gini deh nanti zia bantu nyari temen buat jadi panitia sanlat gimana?
Adit : MasyaAllah zi syukron, nanti kabarin lagi ya.
Zia : Iya dit tenang, afwan.

Aku mulai berpikir siapa ya yang mau jadi panitia sanlat dan aktif di kajian rutin setiap ahad.

Hanya satu nama yang terlintas di kepalaku, dia ikhwan yang kemarin bertanya di kajian dan dia teman dari sahabatku.

Kenapa aku tahu dia teman dari sahabatku? 

Jawabannya karna sahabatku sering menceritakan dia tentang hijrah dan katanya selalu ikut kajian ahad rutin. Aku langsung kontak sahabatku Via whatsapp

Zia ; Assalamualaikum yang
Mayang : Waalaikumsalam cuy
Zia : Gini yang, kan zia ditawarin jadi panitia sanlat tapi zia gak bisa
Mayang : Sanlat dimana zi?
Zia : Di mesjid agung tempat kajian rutin 
Mayang : ohhhh iya iya, kenapa emang?
Zia : Kan zia gak bisa, zia udah bilang ke adit buat nyariin panitia yang bisa, kira kira temenmu yang itu bisa gak yaa?
Mayang : eumm maksudnya fahrul?
Zia : Iya yang, boleh gak minta tolong buat ajakin dia jadi panitia sanlat?
Mayang : eumm kamu aja deh yang bilangnya nih kontaknya Fahrul
Pesan | Tambah kontak
 Zia : Ya udah makasih ya yang, assalamualaikum
Mayang : Waalaikumsalam

Tanpa menunggu waktu lama aku langsung chat dia

Zia : Assalamualaikum
Fahrul : Waalaikumslam, ini zia ya? Tadi mayang sudah cerita
Zia : Iya kak ini zia, maaf ganggu waktunya. Jadi gini, zia diajak adit jadi panitia sanlat tapi zia gak bisa soalnya DTA belum libur. Zia bilang ke adit mau bantu cari panitia sanlat, kira kira kakak bisa gak jadi panitia sanlat?
Fahrul : Gimana ya zi, sebenernya kakak juga udah jadi panitia di mesjid deket rumah kakak
Zia : Owalah ya udah kak gpp, maaf udah ganggu
Fahrul : Gpp santai aja zi, kalo boleh tau mulainya kapan ?
Zia : Dari tanggal 8 ramadhan sampai 19 ramadhan
Fahrul : Oh iya iya, nanti deh dikabarin lagi 

Aku hanya bisa menghela nafas karena ternyata fahrul gak bisa juga. "Gimana ya aduhhh gak enak nih sama adit" ujarku dalam hati. Tapi mau tidak mau aku harus ngasih tau adit tapi tidak sekarang mungkin besok, ya iya lah sekarang sudah waktunya untuk beristirahat besok mungkin aku kasih tau adit.
-------------------------
Chapter satu Alhamdulillah sudah selesai, bagaimana pendapatmu? jangan lupa berikan keritik dan masukkan ke di kolom komentar ya. Jika menurut kamu Cerbung ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman terdekat mu. Jangan sampai ketinggalan lanjutan cerbungnya, dengan cara subscribe kami melalui email. Terimakasih sampai jumpa di lanjutannya ya.


Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "Cerbung: Kalimat Sakral Terucap"

Tetaplah Berkomentar dengan Baik.